4 Fakta Baru Uang Rp 94 Juta Tercecer Di Jalan, Ada Yang Ambil Rp 30 Juta Hingga Polisi Ancam Pidana

KOMPAS.com- Sekitar sepekan lalu, seorang warga di Bali bernama Kadek Redi Areni melaporkan kehilangan uang Rp 94 juta saat melintas dengan sepeda motor.


Uang puluhan juta itu diletakkan dalam sebuah tas yang digendong oleh anaknya.


Diduga kuat uang jatuh tercecer di jalan saat anaknya mengambil topi dan lupa menutup kembali tas tersebut.


Kurang lebih satu minggu setelah kejadian itu, polisi mengungkap beberapa hal baru dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil olah TKP.


1. Uang pribadi Rp 30 juta di dompet ikut jatuh, diduga diambil orang

Ilustrasi uangSHUTTERSTOCK Ilustrasi uangUang berjumlah Rp 94 juta itu terdiri dari uang perusahaan sejumlah Rp 63 juta.


Kemudian sekitar Rp 30 juta adalah uang pribadi Kadek yang ia letakkan dalam dompet berwarna coklat.


Menurut keterangan saksi, ada warga pelintas yang memungut dompet atau tas kecil coklat berisi Rp 30 juta itu.


"Ada yang tercecer ikatan karet, dompet atau tas berisi Rp 30 juta. Nah, ada yang melihat mengambil itu tas berwarna coklat karet," kata Kapolsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani.


 


Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara2. Yang tak kembalikan diancam pidana

Fachmi menuturkan, sejauh ini beberapa orang warga telah beritikad baik mengembalikan ceceran uang yang mereka temukan di jalanan.


Total sementara uang yang dikembalikan sebanyak Rp 2,4 juta dengan pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.


"Di hari yang sama memang beberapa warga membantu mengumpulkan dan mengembalikan sekitar Rp 2,4 juta," kata Fahmi.


Polisi meminta, warga lain yang menemukan uang mengembalikan ke orang yang berhak.


Sebab, polisi akan melacak. Bagi mereka yang diketahui tak beritikad baik akan diancam pidana.


"Itu kemungkinan bisa ke arah pencurian karena mengambil bukan miliknya dia. Kalau kita temukan yang mengambil kalau tak ada itikad baik bisa ke arah sana," kata Fachmi.


3. Uang terjatuh bukan di satu titik lokasi

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang Polisi yang telah melakukan olah TKP juga mengungkap bahwa uang Rp 94 juta tersebut tidak sekaligus jatuh di satu titik lokasi.


Uang itu, kata dia, terjatuh di sepanjang jalan kurang lebih sekitar 200 meter.


"Hasil olah TKP kami itu berceceran sampai 200 meter. Jadi analisa kami bukan sebanyak itu di satu titik," kata dia.


 


4. Banyak perbedaan dengan video viral yang beredar

Saat kasus kehilangan uang ini mencuat, sebuah video uang berceceran juga viral di media sosial.


Namun, polisi kemudian menyimpulkan, video tersebut bukan video yang merekam jatuhnya uang Kadek.


Sebab ada sejumlah perbedaan, misalnya terkait luas jalan, kemiringan, markah jalan hingga kondisi tanah.


Polisi menyimpulkan, video itu adalah kasus berbeda dan tidak terjadi di wilayah Baturiti.


ilustrasi uangThinkstock ilustrasi uangKejadian uang tercecer

Peristiwa ini terungkap saat seorang warga Kabupaten Buleleng bernama Kadek Redi Areni melaporkan kehilangan uang tunai sebesar Rp 94.188.000 di wilayah Baturiti, Tabanan, Bali, pada Sabtu (19/12/2020) pagi.


Uang tersebut rupanya jatuh tercecer di jalanan saat pelapor melintas di wilayah Baturiti, Tabanan bersama anaknya.


Uang itu mulanya diletakkan di tas hitam yang dibawa oleh anak Kadek.


Kadek Redi saat itu sedang berangkat dari Buleleng menuju Denpasar.


Uang Rp 94 juta dia simpan di dalam tas hitam. Sebanyak Rp 63 juta akan disetor ke perusahaan sedangkan sisanya adalah uang pribadi.


Uang puluhan juta itu dimasukkan dalam tas yang digendong oleh anaknya.


Di perjalanan, anak Kadek sempat mengambil topi dari dalam tas dan lupa menutup tas tersebut.


Sampai di wilayah Abianluang, Baturiti, pelapor diberi tahu sopir truk ada uang berceceran di jalan.


Pelapor kemudian berhenti dan ternyata betul uangnya di dalam tas sudah ludes.


Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Baturiti.


Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Aprilia Ika, Dheri Agriesta)


[Source: Kompas]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar