Menkes Ungkap Sebab Pasien Corona Kekurangan Tempat Tidur

Dalam rapat bersama DPR, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan mengapa banyak rumah sakit penuh hingga membuat pasien tak tertangani.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini banyak rumah sakit penuh karena tidak hanya menangani pasien virus corona (Covid-19) tetapi juga pasien umum.

Dia menjelaskan bahwa selama ini rumah sakit menyediakan 30 persen dari kapasitasnya khusus untuk pasien Covid-19. Namun, akibat lonjakan kasus positif, banyak yang tidak tertampung lantaran jumlah pasien sudah melebihi 30 persen kapasitas.

"Itu yang menyebabkan kenapa terjadi banyak penuhnya tempat tidur covet dan orang tidak dapat," kata dia dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (12/1).

Budi mengatakan kasus aktif saat ini mencapai 120 ribu. Naik tinggi sejak November 2020 lalu. Indonesia, katanya, lantas membutuhkan 36 ribu ranjang untuk pasien Covid-19.

"Nah sekarang sudah naik ke 120 ribu dalam waktu dua bulan jadi kebutuhannya naik dari 15 ribu menjadi 36 ribu kamar," kata dia.

Budi menyebut kasus aktif melonjak tinggi akibat libur panjang tahun baru. Dia mencatat kasus aktif kerap naik setelah libur panjang di kisaran 30-40 persen.

Melihat kondisi saat ini, Budi mengatakan rumah sakit bisa menyediakan lebih dari 30 persen kapasitasnya khusus untuk pasien Covid-19. Bahkan, bisa saja hanya menyisakan 30 persen kapasitas untuk pasien umum.

"Jadi ini sangat penting kita lakukan antisipasi karena banyak rakyat yang akan terkena Kemungkinan tidak tertampung sehingga bisa fatal juga dan tekanan ke dokter dokter juga tinggi," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar