Satgas Sentil Peran Pemda Disiplin Prokes Warga Turun

Wiku Adisasmito menyebut kesadaran prokes turun merupakan bagian tidak berhasilnya penegakan dan pengawasan protokol kesehatan oleh masing-masing pemda.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut kesadaran protokol kesehatan yang turun memicu peningkatan kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir. Wiku tidak sepenuhnya menyalahkan masyarakat, namun turut mengkritik pemerintah daerah (pemda)

"Juga merupakan bagian tidak berhasilnya penegakan dan pengawasan protokol kesehatan oleh masing-masing Pemda," kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (7/1).

Wiku memaparkan, sejak pekan ketiga September hingga pekan keempat Desember 2020, persentase kepatuhan warga dalam memakai masker menurun 28 persen. Sementara persentase kepatuhan warga dalam menjaga jarak dan menghindari kerumunan turun hingga 20,06 persen.

Wiku merespons temuan itu sebagai fenomena yang menunjukkan tingkat abai masyarakat itu merupakan sebuah kondisi berbahaya di tengah kasus covid-19 yang terus meningkat, terutama pascalibur Nataru.

"Kami berharap peringatan setiap hari dari pemerintah agar masyarakat mau menaati protokol kesehatan bukan peringatan asal. Protokol kesehatan adalah langkah preventif satu-satunya yang dapat diambil masyarakat di tengah pandemi ini," pungkasnya.

Senada, Kabid Kesehatan Alexander Ginting menyatakan menolak menyalahkan liburan sebagai pemicu lonjakan kasus.

"Bukan liburannya yang salah. (kasus naik) Karena mobilitas tinggi dan tidak pakai masker, tidak cuci tangan dan kerumunan," ujar Alexander kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/1).

Mengatasi hal tersebut, ia mengungkapkan sudah mengintervensi supaya PSBB kembali diterapkan dan ditegakkan.Penindakan disiplin di masyarakat, kata dia, penting dilakukan secara berjenjang.

"Tracing pada kasus terkonfirmasi, kontak erat dan mereka yang bergejala, dengan melakukan karantina kepada yang positif tapi tidak sakit, isolasi mandiri, bagi yang sakit di-hospitalisasi," tambahnya.

Sebelumnya, Indonesia pernah mengalami lonjakan kasus Covid-19 pascalibur panjang. Misalnya, libur panjang 28 Oktober-1 November berdampak pada lonjakan kasus hingga 13 November.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar